PAPER
“PENGENALAN TIKTOK”

Diajukan
untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Ilmu
Ternak Unggas II
Oleh
:
FEBRI
WIJANGKORO 1350500005
PROGRAM
STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2015
A. PENGERTIAN TIKTOK
Mule duck atau
lebih dikenal dengan sebutan Tiktok/ itik serati merupakan hasil persilangan
antara itik betina (Anas plathyrynchos )
dengan entok jantan (Cairina moschata
). Perkawinan antara itik dan entok bukan sesuatu yang aneh lagi,karena di alam
sudah sering terjadi. Jumlah kromosom yang sama memungkinkan terjadinya
pembuahan pada perkawinan tersebut, namun itu kadang sangat mustahil , karena
perbedaan bobot badan entok jantan yang lebih besar dibandingkan dengan itik
betina sehingga diperlukan teknologi alternatif yaitu dengan Inseminasi Buatan
(IB ). Menurut Marie Etancelin,et al,2008
menerangkan bahwa persilangan antara itik betina (Anas plathyrynchos ) dengan entok jantan ( Cairina moschata) bertujuan untuk mendapatkan itik persilangan yang baik, dengan
memanfaatkan heritabilitas dan korelasi genetik yang berhubungan erat dengan
produksi. Akibat percampuran genetik dari itik dan entok timbulnya heterosis
yaitu penampilan karakter yang berbeda dengan rata – rata dari kedua tetuanya.
Karakteristik itik serati umumnya hampir menyerupai entok,yaitu memiliki tubuh
besar,tenang,dapat berenang,tetapi tidak dapat terbang (Harahap 1993;Dharma et
al.2001; Sari 2002
B.
ALASAN TIKTOK SEBAGAI ITIK PENGHASIL DAGING POTENSIAL
Daging
itik yang banyak di konsumsi masyarakat dan beredar di pasaran umumnya
bersumber dari itik betina yang tidak produktif atau afkir, itik jantan muda
sebagai itik pedaging, dan itik serati/tiktok. Daging itik betina afkir dan
jantan muda kurang disukai masyarakat karena alot dan penampilannya kurang
menarik (Harjosworo et al. 2001). Hal ini karena itik petelur mempunyai
badan yang langsing dan bobot dagingnya rendah. Selain rasa dan
baunya anyir, daging itik betina afkir umumnya keras, warnanya coklat kemerahan
(Lukman 1995; Hustiany et al. 2001), dan memiliki serabut otot yang
besar (Sudjatinah 1998). Apa lagi dalam pengolahan karkas kurang baik sehingga
menyebabkan bau apek dan penampilan yang kurang menarik akibatnya harga daging
itik relatif rendah. Bobot hidup itik betina afkir berkisar antara 1,3-1,4 kg
dan setelah dipotong hanya menghasilkan karkas 0,9 kg. Itik jantan muda kurang
diminati oleh usaha pembesaran itik pedaging karena tidak efisien dalam
penggunaan pakan. Untuk mencapai bobot hidup 1,1 kg diperlukan waktu sekitar 10
minggu dengan konversi pakan bervariasi antara 4,19-6,02 (Sinurat et al. 1993;
Iskandar et al. 1995).
Tiktok (mule duck) merupakan hasil persilangan antara
entok jantan (Cairina moschata) dengan itik betina (Anas
platyrhynchos). Perkawinan kedua spesies
tersebut masih dimungkinkan, namun terbatas sampai hibrida saja dan tidak dapat
dibentuk sebagai rumpun baru. Jika perkawinan antara itik jantan dan
entok betina maka anak tiktok yang dihasilkan bersifat infertil (mandul).
Sehingga bibit tiktok dihasilkan dengan sistem IB (Inseminasi Buatan) atau
dikenal dengan kawin suntik. Itik serati (mule
duck) merupakan sumber daging yang potensial. Penyilangan antara entok dan
itik ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas daging
itik di Indonesia (Setioko 2003b; Prasetyo et al. 2005). Itik serati
merupakan sumber daging yang diminati oleh konsumen sehingga perlu
dikembangkan dalam skala usaha besar.
C.
BIBIT TIKTOK
Pengadaan bibit merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha pembesaran
tiktok. DOT yang baik harus sehat dan baik yang dicirikan oleh : tubuh tegap,
gesit dan lincah; kaki kokoh, fisik tidak cacat dan nafsu makan tinggi. Ada beberapa sumber bibit yang dapat dijadikan sebagai
galur induk tiktok. Pembuatan galur itik betina dasar pemeliharaanya berasal
dari itik lokal seperti Mojosari, alabio, tegal dll karena mempunyai produksi
telur yang tinggi dan pertumbuhan yang
cepat serta mampu beradaptasi dengan lingkungan serta masa puncak produksi yang
relatif lama. Sedangkan pejantan yang di buat galur adalah entok yang akan
diambil Spermanya untuk kebutuhan kawin suntik dengan induk itik lokal. Dengan
dasar pemeliharaanya karena entok jantan memiliki performance (bentuk badan)
yang besar saat dewasa,pertumbuhan cepat,warna bulu lebih banyak putih.
Pertumbuhan serta
daya kawin tinggi ( tidak mandul). Anak tiktok yang baru lahir memiliki bobot badan 26 –
53 gram (rataan 40,03 g). Selain dengan penetasan, bibit tiktok juga dapat
diperoleh dari Balitnak Ciawi-Bogor atau tempat pembibitan lainnya. Harga bibit
(DOT) adalah kisaran Rp. 5.500,-/ekor.
D. REPRODUKSI
TIKTOK
1. Alat reproduksi itik/entog jantan
Ternak Itik atau Entog jantan mempunyai sepasang testis yang
berbentuk silindris terletak di rongga badan menempel pada dinding punggung
bagian belakang. Alat genitalia pada itik atau entog jantan tidak berkembang
dan hanya berupa phallus dan tidak memiliki jaringan otot seperti pada mamalia.
Sepanjang organ ini terdapat saluran yang disebut ejaculatory grove dan berpangkal
di bagian coprodaeum pada kloaca sampai ke ujung penis.

Gambar 1. Alat reproduksi jantan (Sumber Sri Gandono,1986)
2. Alat Reproduksi Itik /entog Betina
Seperti halnya pada ayam, alat reproduksi itik betina terdiri dari
dua bagian besar yaitu ovarium dan oviduct. Walaupun ada sepasang ovarium dan
oviduct, namun hanya bagian kiri yang berfungsi sedangkan yang kanan mengalami
rudimenter. Ovarium pada itik merupakan kumpulan kuning telur (yolk) berbagai
ukuran mulai dari yang kecil berdiameter 0,5 mm sampai yang besar menyerupai
kuning telur. Bagian oviduct merupakan bagian penting pada proses IB dan
terdiri dari infundibulum, magnum, isthmus, uterus dan vagina. Dalam proses
inseminasi sebagian besar spermatozoa tersimpan dalam lipatan-lipatan antara
uterus dan vagina, dengan suatu proses yang belum diketahui. Perjalanan
spermatozoa ini mungkin terjadi setiap kurun waktu tertentu pada saat oviduct
dalam keadaan kosong. Untuk itu perlu diketahui jumlah spermatozoa optimal yang
harus diinseminasikan agar diperoleh angka fertilitas yang baik. Selain itu ke dalaman inseminasi perlu
diperhatikan agar spermatozoa dapat disimpan di dalam saluran antara uterus dan
vagina dalam jumlah besar.

Keterangan:a.Ovarium,b.infundibulum,c.magnum, d.isthmus, e. uterus, f. vagina.
Gambar
2. Alat reproduksi betina (Sumber Sri
Gandono,1986)
E. TEKNIK INSEMINASI
BUATAN PADA ITIK
Sistem produksi dengan memanfaatkan proses
perkawinan silang melalui program inseminasi buatan, tujuan utamanya adalah untuk
menghasilkan produksi telur tetas yang memiliki daya tetas tinggi (fertil) di
samping produksi telur yang banyak tentunya.

Adapapun tujuan teknik inseminasi buatan pada itik
adalah seperti berikut :
·
Pemulihan ternak terutama dalam
pengembangan galur-galur baru
·
Penyelidikan tentang permasalahan
fertilitas jantan dan betina
·
Pemilihan induk pejantan dan betina,
baik untuk produksi maupun kualitasnya
·
Efisiensi penggunaan penjantan dalam
proses produksi, 1 x ejakulasi dapat membuahi lebih dari satu betina
·
Menanggulangi rendahnya fertilitas
akibat kesulitan dalam proses perkawinan alami
·
Pengadaan anakan (day old duck) dalam
jumlah lebih banyak serta umur yang seragam
Bahan
dan Peralatan IB
ü Aspirator
(pengisap) yang dihubungkan dengan termos kecil sebagai tempat pengumpul semen
pada itik sedangkan pada ayam, langsung ditampung dalam tabung
ü Alat
suntik tanpa jarum (tuberculin syriage)
ü Bahan
pengencer aquades dan larutan fisiologis 0.85 % atau cairan infus
ü Rasio
pengenceran sperma adalah 1 : 10 untuk itik dan 1 : 4 untuk ayam



Dengan
memperhatikan keuntungan dalam beternak itik serati atau itik mule maka
sudah layaknya itik ini menjadi sebuah pilihan yang perlu
diupayakan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak itik lebih
khusus usaha peternakan itik pedaging yang berkualitas, biaya produksi rendah,
memiliki harga yang cukup baik di pasaran serta mudah dilakukan oleh peternak
pada umumnya.
F. KEUNGGULAN TIKTOK
Tiktok
memiliki beberapa keunggulan, yaitu pertumbuhannya cepat, mampu mengubah pakan
berkualitas rendah menjadi daging (Hutabarat 1982; Zulkarnain 1992; Hardjosworo
dan Rukmiasih 2000), tahan terhadap penyakit, mortalitasnya rendah 2−5% (Dijaya
2003; Anwar 2005), serta dagingnya tebal, berwarna coklat muda, tekstur lembut
dan bercita rasa gurih (Harahap 1993; Srigandono 2000; Dwi-Putro 2003; Setioko
2003; Bakrie et al. 2005; Suparyanto 2005).
Bobot
badan tiktok jantan umur 12 minggu mencapai 1,92 kg, sedangkan betina 1,91
kg/ekor dengan proporsi karkas rata-rata masing-masing 63,23% dan 72,64%
(Dwi-Putro 2003; Suparyanto 2005). Srigandono (2000) dan Dijaya (2003)
mengemukakan, tiktok umur 10 minggu memiliki bobot badan 2,20−2,50 kg/ekor, dan
pada umur 12 minggu bobot badannya berkisar antara 2,50−3 kg. Wasito dan
Rohaeni (1994) melaporkan, bobot badan tiktok betina umur 10 minggu mencapai
2,40 kg, dan itik jantan umur 12 minggu bobot badannya sekitar 4,30 kg,
konversi pakan 2,70, dan persentase karkas rata-rata 65−70%. Sementara bobot
karkas tiktok umur 8 dan10 minggu masing- masing mencapai 1,36 kg dan 1,14
kg/ekor (Zulkarnain 1992; Roesdiyanto dan Purwantini 2001; Laksono 2003).
Karakteristik tiktok umumnya hampir menyerupai entok, yaitu memiliki tubuh
besar, tenang, dapat berenang, tetapi tidak dapat terbang (Harahap 1993; Dharma
et al. 2001; Sari 2002).
G. PAKAN TIKTOK
Berikut adalah contoh tabel formulasi pakan tiktok
berdasarkan umur
|
tabel contoh
formulasi pakan tiktok
|
|||||||
|
umur itik
|
|||||||
|
bahan pakan %
|
0-3 minggu
|
4-10 minggu
|
|||||
|
Jagung
|
57,1
|
69,2
|
|||||
|
bungkil kedelai
|
22,8
|
15
|
|||||
|
pollard
|
4
|
9
|
|||||
|
tepung ikan
|
4
|
3
|
|||||
|
minyak goreng
|
3,4
|
0,5
|
|||||
|
garam
|
0,4
|
0,4
|
|||||
|
kapur
|
1,1
|
1
|
|||||
|
premiks
|
0,5
|
0,5
|
|||||
|
metionin
|
1,1
|
0,1
|
|||||
|
lisin
|
0,1
|
0,1
|
|||||
|
perhitungan zat
nutrien
|
|||||||
|
protein kasar
|
18,74
|
15,5
|
|||||
|
energi metabolis
(kkal/kg )
|
2.908
|
2.902
|
|||||
|
kalsium
|
0,9
|
0,9
|
|||||
|
P-tersedia
|
0,37
|
0,37
|
|||||
|
metionin
|
0,69
|
0,57
|
|||||
|
lisin
|
1,13
|
0,88
|
|||||
Sumber : Chen (1996 )
Kunci
keberhasilan pemeliharaan tiktok secara intensif adalah kualitas dan kuantitas
pakan. Untuk pemeliharaan tiktok selama 7 minggu, biaya pakan mencapai 70% dari
biaya produksi (Uhi et al. 2004) pakan tiktok umur 0−3 minggu
harus mengandung protein kasar 18,74% dan energi metabolis 2.908 kkal/kg,
sedangkan itik umur 4−10 minggu memerlukan energi metabolis 2.902 kkal/kg dan
protein kasar 15,50%. Kebutuhan pakan itik serati sampai umur 10 minggu sebesar
1,20 kg/ minggu (Simanjuntak 2002).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
2013. Diakses pada http://livestock-livestock.blogspot.com/2013/04/teknologi-inseminasi-buatan-dalam-upaya.html. Hari Minggu, 8 Maret
2015.
Anonim.
Diakses pada http://www.ditjennak.co.id. Hari
Minggu, 8 Maret 2015.