Minggu, 15 Desember 2013

semut rangrang

Semut adalah, Semua serangga semua suku Formicidae. Bangsa Hymenoptera. Dan semut memiliki dari 12.000 jenis (Spesies), Dan sebagian besar hidup di kawasan Tropika. Sebagian besar semut di kenal sebagai serangga Sosial. Dengan koloni dan dan Sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni. Dan anggota koloni terbgi menjadi semut pekerja, Semut pejantan, Dan ratu semut. Di mungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat mengusai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, Semut termasuk hewan terkuat di Dunia. Karena semut jantan mampu menopang beban dengan berat 50 kali dari berat badanyasendiri. Bisa di bandingkan dengan Gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali badanya sendiri, Semut tersebut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali dari berat badanya sendiri.

Nah, Langsung saja ke inti artikel Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto. Semut rangrang adalah serangga eusosial atau (Sosial sejati)Dan kehidupan koloninya sangat bergantung pada keberadaan pohon atau (arboreal) Mereka membuat sarang yang terbuat dari Lembar-lembar daun yang Mula-mula saling di rekatkan oleh Semut-semut Pekerja. Lalu di perkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh Larva Nya.

Cara Mudah Dan Teknik Lengkap Budidaya Kroto


Di dalam sarang dapat di temukan Ratu semut yang berwarna hijau muda Kemerah-merahan. Dn ribuan semut pekerja yang berukuran besar (Yang di sebut Maksima). Dan yang berukuran kecil di sebut (Minima). Pekerja maksima bertugas untuk mencari Pakan, Mempertahankan dan mengelola sarang, Dan memperbesar koloni, Sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh Semut-semut muda Dan sekaligus beternak Serangga-serangga Simbion. Misalnya, Kutu perisai, Perilaku beternak tersebut sering mengkuatirkan para petani, Karena hal ini berarti juga memelihara (Hama potensial) Pada tanaman Budidaya.

Semut Rangrang tidak mengumpulkan pakan dalam sarangnya, Tetapi mendapatkan pakan dengan cara memerah cairan manis dari Kutu-kutuan atau larva Kupu-kupu (Lycaenid) Kemudian membagikanya pada larva dalam sarangnya. Semut Rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarngnya yang teratur, Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut terbagi menjadi semut prajurit semut pekerja, Semut pejantan, dan ratu semut.

Satu koloni dapat menguasai dan memakai suatu daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut (Superorganisme) Karena Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Dengan cara memulai Budidaya kroto antara lain yang perlu anda lakukan adalah sebagai berikut ini.

Yang pertama mempersiapkan Mental, Mempersiapkan mental akan mempengaruhi proses beternak kroto berkenaan dengan berhasil kelak di kemudian hari, Secara garis besar setelah mental dan pola fikir dengan memulai melakukan Hal-hal seperti berikut di bawah ini.

1. Persiapan tempat/kandang ternak tangkar.
2. Mempersiapkan peralatan.
3. Berburu semut Rangrang.
4. Karantina.
5. Pemindahan ke kandang tangkar.
6. Pemeliharaan.
7. Menikmati hasil.

1. Persiapan Tempat.

Mempersiapkan tempat untuk beternak kroto, Menangkarkan semut Rangrang sebenarnya tidak begitu susah, Tetapi perlu anda ingat, Ada beberapa hal yang perlu anda hindarkan seperti berikut di bawah ini.

A. Jangan terkena sinar matahari secara Terus-menerus, Dalam hal seperti ini butuh atap apabila di Alam bebas.

B. Usahakan tempat yang teduh, Bersih dan media tidak bersentuhan langsung dengan perabotan, dan yang lain nya.

C. Usahakan rak tempat media ternak tangkar lebih dari satu (Jangan satu rak di pakai untuk banyak koloni yang banyak pengambilanya berbeda tempat, (Untuk meminimalisir berantem sesama semut).

D. Jauhkan dari jangkauan Anak-anak.

E. Tempat ternak tangkar bukan area lalu lintas penghuni rumah (Dekat kamar mandi, Dapur, Dan tempat yang lainya).

F. Bersihkan tempat dari semut merah Kecil-kecil atau serangga pengganggu yang lainya.

G. Jangan di lakukan satu toples satu nampan untuk mengisolir semut (Agar Hemat, gunakan rak dengan kaki utama saja yang di beri nampan/Kaleng bekas Susu wadah serupa).

H. Jika anda modalkan alangkah lebih baik buat rak model lemari yang bersaf atau bertingkat seukuran toples/wadah yang anda pakai jarak tingkat satu dengan tingkat yang lain. Yang lebih utama ada penutup seperti lemari, Jadi anda bisa memberi suasana yang gelap dan terang pada laskar kroto anda. Apa penyebab harus ada suasana terang dan gelap?... Terindikasi semut Rangrang dalam perkembangbiakan lebih menyukai tempat yang gelap, (Berkurang cahaya untuk persembunyian kroto) Di samping itu juga Insting alami untuk berlindung.       

2. Cara membuat/Mempersiapkan Rak

Rak di dalam beternak rangrang penghasil kroto sangat vital Perananya, Jika kita tidak mempertimbangkanya sebelum membuat kan berpengaruh dalam perjalanan proses penangkaran. Sangat jelas ada pengaruhnya, Kita ambil contoh kecil pada awal beternak Jika Asal-asalan Membuat atau menyediakan Rak.

Misalnya, Rak anda hanya sebuah papan yang hanya di topang batu, Kemudian di letakkan diatas nampan yang sudah di beri air, Apakah betul Rak anda tersebut dapat anda pakai untuk mengisolir laskar semut anda yang mencapai ribuan/Puluhan ribu personil. Tetapi apakah anda menyadari apabila terjadi kelalaian/Human Error kecil saja dapat berakibat Fatal. Contohnya, Anda lagi mengamati prolaku si Semut, Tidak anda sadari sebelumnya ada satu yang menggigit anda dan reflek tangan anda bersinggungan dengan Papan (Prakkk) Bisa anda bayangkan apakah yang terjadi selanjutnya..! Pasti tumpah kelantai dan berserakan ribuan Semut. Dan anda [asti repot untuk mengembalikan kepada keadaan yang semula lagi. Semut Rangrang sangat takut jika bersentuhan dengan abu gosok sisa pembakaran kayu/sekam.   

3. Persiapan Kandang Ternak Tanggkar

Membahas persiapan kandang ternak tangkar. Persiapan rak atau media dan fungsi serta kegunaanya sama dengan Rak. Bisa berupa lemari yang di modifikasi, Bisa juga rak terbuat dari plat besi/stainless steel yang ada di jual di Toko-toko bahan bangunan terdekat, Bisa juga dengan barang bekas rumah tangga seperti bale Bambu Tempat Tidur.

Jangan anda terpaku dengan pada Kualitas/tingkat mewah mutu rak yang di pakai, Perhitungkan juga kuantitas dari segi hitungan orang bisnis. Buat apa rak bagus, Yang terbuat dari Stainless steel Kalau hasil perbulananya dari penjualan kroto tidak dapat menengembalikan modal utama anda. Apakah lebih baik memakai bale bambu yang kusam, Tetapi tingkat kekokohan menopang ribuan bahkan ratusan ribu laskar kroto Terjamin. Dan menghasilkan Rupiah perbulanya.

Tempat kandang ternak tangkar, Kandang ternak tangkar dalam hal ini, Ruangan yang kita pakai/Kegunaan untuk mengisolir laskar kroto terebut. Bisa berupa ruangan yang telah jadi atau yang telah ada. Yang menyatu dengan rumah utama tempat tinggal anda. (Misal, Kamar kosong) Atau di buat sendi di belakang dan di samping rumah anda. Silahkan saja mana yang menurut anda baik dan aman pastinya. Karena ruangan yang kita pakai harus memenuhi Kriteria Sebagai berikut.

1. Bukan area lalu lintas penghuni rumah : Biar tingkat ketenangan para laskar semut kita aman dan terjaga. Intinya tempat ruangan ternak tangkar tersebut (Bukan area lalu lintas) Seperti : Dekat kamar mandi, Di dapur yang rutinitas keseharian yang selalu kita di lewati, Karena insting semut rangrang sangat peka dengan suara, (Mereka tidak mau terganggu dan di ganggu).

   
2. Bersih : Dalam hal ini bersih yang di maksut sirkulasi udara serta pancaran sinar matahari bisa masuk di ruangan. Bersih, Dalam hal ini sirkulasi udara bai keluar masuknya, jadi kalau di dalam ruangan haruslah ada jendelanya. Karena semut rangrang sangat menyukai udara yang bersih.

3. Terlindung dari terik matahari secara lansung, Juga terlingdung dari guyuran air hujan, Dalan hal ini membutuhkan atap jika di luar ruangan Rumah. Dan harus terlindung dari panas matahari secara lansung juga terhindar dari terpaan air hujan. Maka di butuhkan atap bagi anda yang sengaja meletakkan kandang ternak di luar ruangan rumah.

Masalah atap juga tidak harus terbuat dari bahan-bahan mewah sepeti Genting, Seng, Asbes, Dan yang lainya. Untuk anda yang di luar pulau jawa sepengetahuan saya dan yang telah tergabung di (LKP) Laskar kroto pakai atap yang terbuat dari daun nipah/daun sagu.

4. Kalau kandang di dalam ruangan rumah harus ada jendelanya.

5. Tidak ada perabot yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau oleh semut.

Tidak ada perabotan yang bisa bersentuhan langsung dengan rak atau terjangkau semut. Karena akan di pakai semut untuk melarikan diri, Minimal jarak 1 jengkal atau lebih, Kalau terpaksa anda campur dengan gudang Barang-barang. Ingat semut rangrang adalah binatang pintar yang bisa melakukan bunuh diri sebahagian untuk menyelamatkan banyak Teman-temannya yang lain. Dan dapat juga membuat jembatan dengan sistem bergelantungan mengait satu dengan yang lainya.

6. Jauhkan Dari Kebisingan/Keributan Dan jangkauan Anak-anak.

Jangan terlalu Kebisingan/Keributan, Misalkan di sebelah kandang ternak ruangan anda, Kemudian anda memutar muik secara keras, Sangat berpengaruh di proses adaptasi serta perkembangan semut tangkaran anda. Bagi yang mempunyai si kecil, Tolong jangan sampai si kecil masuk ke ruangan tampa pantauan anda, Saya tidak menjelaskan akibatnya, Cuma, Anda akan di buat sibuk Apabila si kecil menumpahkan satu toples saja.

Cara budidaya Klangrang dengan media bambu diatas kolam. Potong bambu sepanjang 40 cm Dan satukan dengan beberapa potong bambu dengan kayu , Lalu letakkan bambu tersebut pada sebuah rak diatas kolam supaya semut tidak dapat keluar/bepergian.Kolam berfungsi juga agar semut tidak terganggu oleh semutsemut hitam atau sejenis serangga lainya. Kemudian pindahkan bibit semut klangrang bersama ratunya kedalam Bambu. Pakan : Berupa Tulang-tulang hewan, Bangkai, Serangga.

7. Tambahkan air gula, Karena Semut-semut sangat membutuhkan Rasa-rasa yang manis

Cara budidaya kroto dengan media toples plastik tempat roti. Di beberapa toples besar berdiameter 3 cm, Dan tatakan pot berdiameter lebih dari 30 cm, Lakban plastik, Lubangi toples pada bagian bawah di tengah dengan diameter 3 cm, Dan masukkan bibit klangrang dari alam dengan cara terbalik. Lalu masukkan dari bawah ke atas melalui lubang bagian bawah, Dan klangrang akan mencari tempat yang tinggi. Setelah masuk, Balikkan toples lakban tutupnya agar tidak lepas, Kemudian tempatkan toples pada tatakan pot yang telah di beri air. Dan beri pemberat pada toples agar tidak mengapung.

Berburu Semut Rangrang

Jikalau tempat atau kandang ternak tangkar telah siap dan tersedia, Dan pengganti rak juga telah tersedia, Peralatan untuk memulai beternak semut rangrang penghasil kroto sudah ada. Dan tinggal anda berburu semut rangrang cs di alam raya. Karena bibit yang untuk kita terenak/tangkarkan gratis telah di sediakan oleh tuhan semesta alam di alam terkembang ini, Di dalam hal seperti ini, Bisa juga di bilang hal dapat membuat kita merasa Was-was. Di sini lain keinginan kita kuat sekali untuk memulai ternak.

Sebelum kita lanjutkan mari kita pahami dulu ulasan semut rangrang berikut ini :

Semut rangrang di kenal dengan koloni dan Sarang-sarangnya yang sangat teratur. Yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis-jenis semut di bagi menjadi semut prajurit, Semut pekerja, Semut pejantan, Dan Ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah yang luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut terkadang di sebut juga Superorganisme Di karenakan Koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Mungkin anda telah bisa mencerna makksut dari ulasan yang diatas, bisa membedakan antara koloni dengan sarang. Hal ini perlu kita luruskan di postingan kali ini karena seringkali sobat berbeda presepsi. Yang kurang benar dalam mengartikan arti sarang dengan arti koloni di dalam dunia persemutan.

Ternak Kroto di Toples

Tak bisa di pungkiri Kroto Semut Rangrang sangat dicari oleh para perternak Burung ata yang seringdi sebut Kicau Mania. yang sebelumnya kroto hanya si cari tapi sekarang kroto dapat di hasilkan sendiri dengan cara membudidayakan semut rangrang. pertanyaan yang timbul bagaimana membudidayakansemutrangrang??? bila ada usahapasti akan ada hasilnya. Bagi para kicau mania sekarang gak usah kawatir akan kekurangan kroto. karenakroto  sekarang dapat diternakkan. caranya??? akan kita ulas.,.,

Budidaya Kroto dengan Media Toples apa sajayang harus d siapkan??? tentu saja rumah tempat sarang semut rangrang, yaitu dengan toples

Cara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan Toples

Sangat mudah sekali cara pembuatan sarang kroto menggunakan toples. Kalau teman ingin mencoba beternak atau membudidayakan semut rangrang. Cukup dengan menyediakan sebuah toples dan nampan. Sedangkan fungsi dari nampan adalah sebagai tempat untuk meletakkan toples. Tentunya nampan dii si dengan air. Supaya semut rangrangnya tidak lari kemana mana.

Selengkapnya sediakan alat sebagai berikut:

1. Toples
Untuk toples bebas ukuran, kalau bisa yang transparan. Lalu toples di lubangi seperti gambar di bawah ini untuk saluran keluar masuk semut rangrang dan sebagai tempat udara sarang kroto.


Cara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan ToplesCara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan Toples

2. Nampan

Cara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan Toples

3. Solasi / plester coklat atau hitam, juga bisa menggunakan kertas.



Cara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan Toples
Fungsinya untuk menutupi toples agar semut rangrang cepat bersarang dan membuat jaring jaring. Setelah semut rangrang mau bersarang, bisa lepas solasinya atau  bisa juga membiarkannya.

4. Batu bata atau yang lainya yang di taruh di atas nampan yang sudah berisi air sehingga toples tidak terendam air. 
Cara Pembuatan Sarang Kroto Menggunakan Toples

Semut Rangrang
Kita bisa mencarisemutrang rang yang ada di pohon sekitar rumah. caranya???
Kendala pertama kali dalam membudidayakan atau ternak semut rangrang adalah ketika harus memindahkan sarang kedalam suatu tempat. Resikonya pasti akan digigit. Banyak sekali dari sekian cerita yang mengalami masalah ini.



Cara Memindahkan Sarang Kroto Alam

Cara Memindahkan Sarang Kroto Alam Cara Memindahkan Sarang Kroto Alam

Ada banyak cara yang bisa sobat praktekan :


Cara Pertama:

1. Potong batang sarang semut rangrang  (tentunya akan sedikit mengalami kesulitan)
2. Masukan kedalam karung / plastik / toples  dan apa saja yang sekiranya  ada celah / lubang  udaranya. 

3. Siapkan ember plastik besar yang tepi nya sudah di kasih tepung. Supaya semut rangrang tidak bisa naik keatas.
4. Masukan sarang kedalam ember plastik tersebut dengan #catatan harus di buka / buang daun daun beserta jaring jaringnya agar ketika bersarang membuat sarang baru tidak membawa jaring yang lama. Pengalaman kalau tidak di bersihkan nantinya toples akan terlihat kotor.
5. Buat jembatan penghubung antara ember dengan toples dengan menggunakan sapu lidi atau penghubung yang lain (pastinya ada jembatanya) terserah mau pakai apa saja bisa.
6. Setelah itu tingggal saja, tidak sampai satu hari semut rangrang akan bersarang secara alami.

#Catatan : toples sudah tersedia makanan dan minuman.


Cara ke dua:

Setelah sarang dimasukkan kedalam ember dan sudah di bersihkan dari daun beserta jaringnya. Sobat bisa langsung meletakan kedalam toples dengan menggunakan tangan. Tentunya tangan sudah ada pelindungnya.. Tidak sampai menunggu habis  semut di dalam ember.

Cara Memberi Makanan Ternak Semut Rangrang

Bagaimana cara memberi makanan semut rangrang atau ternak kroto pada media toples. Makanan adalah bagian terpenting dan utama. Salah memberi makan akan mengakibatkan ternak kroto kita akan mengalami perkembangan yang kurang maksimal. Setelah mengetahui apa saja makanan yang harus di berikan semut rangrang. kali ini flodesta akan mencoba share cara memberi makanan pada semut rangrang dan sekaligus makanan tidak terbuang. Sehingga kita bisa memantau persedian makanan, apakah semut rangrang mau makan atau tidak. Tentunya untuk melatih semut rangrang untuk mencari atau berburu makanan sendiri walaupun sudah kita siapkan.
Cara Memberi Makanan Ternak Semut Rangrang
Cara memberi makanan semut rangrang yang pertama adalah kita bisa buatkan tempat khusus untuk menampung makanan. Tempat makanan bisa terbuat dari botol plastik yang di potong kemudian sisakan sedikit kira kira kurang lebih 2 cm lalu letakkan di atas toples. Dimana penggunaan botol plastik adalah supaya makanan tidak keluar. Kususnya untuk makanan yang berjenis ulat ( hongkong, kandang dll). Untuk makanan yang bisa terbang atau meloncat seperti jangkrik dan belalang bisa di masukan langsung kedalam lubang toples atau bisa juga kita lumpuhkan dulu kemudian di masukan di tempat yang telah kita sediakan.
Cara Memberi Makanan Ternak Semut Rangrang
 Kemudian untuk cara memberi makanan yang menggunakan rak toples. Sebenarnya hampir sama seperti cara di atas. Cuma tempat makanan kita letak kan di samping toples. Karena dengan media rak , tempat untuk manaruh tempat makanan sangat luas di banding dengan menggunakan toples dengan tatakan nampan ( tempat sangat terbatas ).

Cara Panen Kroto Media Toples

Saat yang di nanti oleh teman flodesta yaitu cara panen kroto semut rangrang dari toples. Penantian yang menegangkan, karena harus berhadapan banyak semut rangrang. Siap di keroyok oleh gigitan dengan rasa yang sangat perih sekali. Misalkan harus digigit 1 semut saja, saya kira masih bisa di atasi. Tetapi bagaimana jika jumlah semut rangrang ratusan bahkan sampai ribuan.
Cara Panen Kroto  Media Toples

Setelah melihat toples sudah banyak kroto. Pasti sobat berpikir untuk mengambil dan memanen. Entah mau di gunakan untuk kebutuhan sendiri, pakan burung, mancing dan di jual. Tetapi bingung caranya supaya tidak di gigit untuk mengambil krotonya. Apakah mau di panen atau di biarkan saja jadi banyak untuk bibit. Panen kroto di media toples sebenarnya sangat mudah, asalkan kita tahu caranya.
Cara Panen Kroto  Media Toples
Berikut yang harus di siapkan:

1. Sarung tangan karet
    Untuk apa sih sarung tangan. Supaya kulit kita tergigit secara langsung
2. Tepung pati
    Digunakan untuk melumuri sarung tangan dan dinding ember.
3  Ember (2)
    satu sebagai tempat membongkar toples sedangkan yang ke dua untuk tempat  kroto.
3. Batang kayu kecil / sapu lidi
    untuk merobek jaring putih.,atau sobat bisa gunakan  langsung memakai tangan ( sudah terlindungi sarung tangan+ tepung )

Pengambilan kroto bisa di tepuk tepuk setelah jaring di robek. kroto akan jatuh kebawah. Dibawah kan masih ada tutup toples, ketika kroto sudah diatas tutup toples. Ambil segera tutup toples yang sudah terisi kroto dan pindahkan ke tempat khusus untuk kroto, sebelum menyatu lagi dengan semut rangrang.
Atau kroto di tumpahkan di tempat ember tersendiri. Begitu seterusnya.

Ternak Unggas Itik

TERNAK ITIK (Anas plathyryncos)
Itik (Anas plathyryncos) yang juga dikenal dengan nama Duck atau Bebek adalah tergolong Unggas Air dengan sistimatika Zoology sebagai berikut :
Kingdom       :  Animal
Phylum         :  Chordata
Class            :  Aves
Order            :  Anseriformes
Family          :  Anatidae
Genus          :  Anas
Species        :  Anas plathyryncos
Unggas air yang sefamily dengan itik adalah Genus Cairina dengan species Cairina muschata (Entog). Penjelasan tentang asal usul itik terpisah dengan entog karena keduanya tidak sama. Ternak itik yang banyak dikenal sekarang (itik domestik) merupakan itik-itik hasil budidaya (jinak) atau Anas domesticus. Itik ini merupakan keturunan dari Itik-itik liar species Anas plathyryncos yang dikenal dengan nama Wild Mallard. Itik-itik liar tersebut di Indonesia sering disebut dengan nama Belibis atau Wliwis.
Pada keadaan liar itik-itik tersebut mengalami penyebaran yang luas diantaranya dapat ditemui di Amerika Utara, Kanada dan Benua Eropa. Pada saat pergantian musim, maka itik-itik melakukan migrasi dari Eropa Utara ke Eropa Selatan sampai ke Afrika Utara. Selanjutnya itik-itik ini terdapat didaratan Amerika Selatan, Inggris, Malaysia, Tiongkok, Filipina dan Indonesia.
Itik-itik liar (Mallard) hidup berpasangan (monogamous) dan secara naluri masih mununjukkan sifat-sifat mengeram untuk menetaskan telur-telurnya. Pada itik jantan liar (Mallard drake) memiliki bulu warna yang indah dibanding dengan itik betina liar (Mallard female). Interaksi keduanya akan berkumpul pada saat musim kawin.
Alasan yang menguatkan bahwa itik-itik sekarang merupakan keturunan dari Mallard /Wild Mallard yaitu :
  1. Itik-itk domestik memiliki tanda-tanda karakteristik pada yang jantan yakni berupa bulu ekor yang mencuat ke atas (Sex Feather) seperti yang dimiliki oleh Mallard drake.
  2.  Dibanding dengan itik-itik liar yang lain, maka Mallard lebih mudah dijinakkan.
Dengan adanya proses domestikasi (penjinakkan) terhadap itik-itik liar dan adanya perubahan alamiah yang secara bertahap, maka terjadilah ternak itik sekarang dengan perubahan bentuk badan, hilangnya sifat mengeram dan perubahan monogamous menjadi Poligamous (Satu jantan untuk banyak betina).
Tanda-Tanda Itik.
-    Kepala  
Kepala tampak kecil dibandingkan dengan besar badan.
Di Kepala terdapat Paruh (Beak) besar lurus dan pipih, mendatar, ujungnya terdapat bagian keras (tip).
Pada rongga paruh (beak cavity) terdapat lembaran-lembaran bertanduk (herny lamella) yang berguna menyaring makanan.
-    Bulu 
Bulu bermacam-macam, menempel erat, keadaanya selalu berminyak yang berasal dari kelenjar minyak (pree gland) yang terletak pada pangkal ekor.
-    Kaki
 Kaki secara keseluruhan pendek. Pergelangan kaki (shank) tidak berbulu, sisik tidak jelas, berjari 4 yang dilengkapi dengan selaput (foot web) berfungsi membantu pergerakan di air
-    Lapisan Lemak  
Lapisan lemak sub cutan di bawah kulit untuk isolator dari kedinginan
-    Daging
Daging itik tergolong daging gelap (dark meat) dengan persentase karkas yang lebih rendah dibandingkan dengan persentase karkas ayam
-    Tulang Dada   Bentuk tulang dada lurus seperti sampan
-    Suara  Suara tidak keras dan satu irama, kecuali pada yang itik jantan kadang-kadang bersuara keras dan kaku.
Type dan Bangsa Ternak itik.
Pada ternak itik dikenal 3 tipe yang pengelompokkannya berdasarkan tujuan utama pemeliharaan yaitu :
Tipe Petelur (Egg type)
Ternak itik yang termasuk tipe petelur, pada umumnya sangat produktif dalam menghasilkan telur. Tubuhnya kecil dibanding dengan tipe pedaging, secara keseluruhan bentuk tubuhnya seperti botol, dimana bagian kepala kecil dan bagian tulang ekor besar.
Tipe Pedaging (Meat type)
Bangsa ini sangat efisien menghasilkan daging, pertumbuhannya cepat dan struktur daging baik.
Tipe Ornamental (ornament type).
Itik tipe ini dipelihara bukan karena produksi telur atau produksi daging yang tinggi, akan tetapi karena adanya daya tarik tersendiri yang menyebabkan orang senang atau menyukai sebagai hiasan
Contoh Tipe Petelur :
Indian Runner (Indische loopeend)
Banyak penulis yang menyatakan bahwa itik itik berasal dari Asia Tenggara atau India. Bangsa ini penyebarannya luas, misalnya Malaysia, Filipina, Indochina dan Indonesia. Itik ini tahan berjalan jauh untuk digembalakan (loop = berjalan, eend = itik)
Tanda-tanda :
-    Badan : Tegak berdiri, BB jantan 4-4,5 lbs dan Betina 3,5 – 4 Lbs.
-    Kepala : Ramping, mata bersinar, paruh panjang hitam.
-    Leher : Panjang, halus, lurus dan silender.
-    Sayap : Erat melekat dengan posisi agak tinggi.
-    Bulu : Kebanyakan berwarna merah tua/coklat, namun ada yang totol-totol.
-    Kaki : Shank pendek dengan posisi agak kebelakang.
-    Telur : Hijau kebiruan (250 – 300 butir per tahun).
Campbell
Campbell merupakan tipe petelur dan juga tipe pedaging. Itik ini diciptakan oleh Mrs Adale Campbell di Inggris dengan melakukan persilangan antara itik liar (Mallard) dengan Indian Runner. Namun diperkirakan juga ada darah Rouen. Ada beberapa varietas yakni Khaki Campbell, Dark Campbell dan White Campbell.  Tanda-tanda :
-    Badan : agak bulat, kompak, postur tubuh tidak setegak Indian Runner, BB jantan 5,5 Lbs dan Betina 5 Lbs.
-    Kepala : Ramping dan mata bersinar. Warna paruh sesuai dengan varietasnya. Pada Khaki campbell paruh hijau gelap dan ujung hitam. Dark Campbell jantan paruh hijau gelap ujung hitam sedangkan yang betina paruh kecoklatan ujung hitam. White Campbell paruh oranye ujunung keputihan.
-    Leher : Ramping, meruncing arah kepala dan sedikit lengkung.
-    Sayap : Berkembang dengan baik, posisi agak tinggi.
-    Bulu : Kompak, melekat erat pada tubuh.
Khaki Campbell = badan dan sayap warna drill polisi, leher, kepala dan dada kehijauan.
Dark Campbell = Badan coklat muda dan bagian bawah ekor hitam, kepala, leher hijau tua pada yang  jantan sedangkan yang betina warna agak muda.
-    Kaki : Umumnya berwarna jingga sampai kuning.
-    Telur : Hijau kebiruan (280 – 300 butir per tahun).
Bangsa Buff (Buff Orpington)
Merupakan salah satu varietas dari bangsa orpington, berasal dari Inggris, merupakan tipe petelur dan pedaging. Diduga keturunan dari persilangan itik Aylesbury, Indian Runner, Cayuga dan Rouen.
Tanda-tanda :
-    Badan : Cukup besar, BB Jantan 7 – 8 Lbs, Betina 6 – 7 Lbs.
-    Bulu : jantan atau betina hampir sama berwarna deep red atau buff seperti warna kerbau.
-    Paruh : jantan kuning dan betina oranye.
Contoh Tipe Pedaging (Meat Type)
 Aylesbury
Pertama kali dikembangkan di Aylesbury Inggris. Merupakan tipe pedaging dengan daging berwarna putih (White Meat). Adapun tanda-tandanya :
Badan  :  Besar dan padat, Bagian badan bawah hampir menyentuh tanah, posisi badan mendatar. BB jantan 8 – 9 Lbs  (4,5 Kg) dan Betina 7 – 8 Lbs (4 Kg).
Kepala : Agak besar dibandingkan dengan itik lain, sehingga seperti angsa berkaki pendek. Paruh seperti warna daging.
Bulu : Jantan dan Betina sama putih mengkilat (Pearly white)  Kaki : warna oranye.
Cayuga
Asal itik ini tidak diketahui secara pasti, namun banyak dipelihara di Cayuga New York USA. Termasuk tipe pedaging dengan produksi telur 150 – 200 butir / tahun. Adapun tanda-tandanya :
Badan : Posisi tubuh tegak, BB jantan 7 – 8 Lbs dan BB Betina 6-7 Lbs.
Bulu : Jantan dan betina berwarna hitam, kadang-kadang kehijau-hijauan. Warna bulu ini memberi kesan pada warna karkas sehingga kurang cerah.
Paruh : Warna Hitam.
Peking
Berasal dari Tiongkok (Tient Sien) yang dibesarkan di Inggris dan Amerika pada Tahun 1873. Merupakan ternak potong yang sangat populer dan digemari. Adapun tanda-tandanya :
Kepala : Agak besar dengan mahkota (Crown) pipi cembung
Badan : Kompak, bulat, busung, BB Jantan 8-9 Lbs dan BB Betina 7-8 Lbs.
Bulu     : Jantan dan betina warna putih, kadang-kadang berjambul.
Kaki     : kekuning-kuningan sampai oranye
Telur    : Warna putih kotor, produksi 110 – 130 butir/tahun.
Rouen
Mula-mula diternak di Rouen – Inggris pada Tahun 1800 dan masuk ke Amerika pada tahun 1850. Sebagai tipe pedaging yang sangat disukai karena jinak. Adapun tanda-tandanya :
Kepala : Bersih, tampan, paruh panjang, warna kuning kehijauan.
Badan  : Besar, kompak, massive, dalam, gerak lamban, posisi badan hampir datar dan bagian bawah seperti bergelambir. BB Jantan 8-9 Lbs dan BB Betina 7-8 Lbs.
Bulu     : Jantan hijau kebiru-biruan dan ada pula yang abu-abu dengan cincin putih dileher sedangkan warna betina coklat tua.
Kaki     : berwarna merah bata (tera cota)
Telur    : kulit hijau kebiruan dan kadang-kadang ada yang putih, Produksi 80-100 butir/tahun.
Contoh Tipe Ornamental  (Ornament Type)
  1. Crested
  2. Blue Swedish
  3. Calls
  4. Mandarin
  5. East Indian
Itik – itik ini tidak banyak diuraikan karena untuk kepentingan ekonomi tidak menonjol.
Itik Indonesia
Itik-itik Indonesia yang dikenal sekarang dapat digolongkan sebagai anggota Bangsa Itik Indian Runner yang berasal dari Asia Tenggara atau India. Kalau dipelajari benar-benar, maka itik-itik Indonesia kiranya dapat dianggap sebagai varietas dari Itik Indian Runner. Hal ini karena perbedaan dengan itik Indian Runner hanya terbatas pada warna bulu, warna paruh dan kaki. Jadi Itik-itik  Indonesia merupakan itik tipe petelur.
               Sebagai contoh itik-itik Indonesia yang telah banyak berkembang antara lain :
  1. Itik Alabio (Anas plathyryncos borneo)
  2. Itik Tegal (Anas javanica)
  3. Itik Mojosari (Anas spc)
  4. Itik Bali (Anas spc).
Itik Alabio (Anas plthyryncos borneo)
Itik Alabio telah lama dikembangkan di Amuntai Kalimantan Selatan dan sebagai pusat pengembangan berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Itik-itik ini mempunyai perbedaan dengan itik-itik Indonesia lainnya terutama pada warna bulu, warna paruh, kaki dan kemampuan produksi.
Keadaan itik alabio pertama kali dilaporkan oleh Drh. Selamet (1927) dan selanjutnya pada tahun 1970 oleh Drh. Saleh Puspo diberi nama Alabio, yang disesuaikan dengan nama salah satu kota di daerah Hulu Sungai Utara. Tanda – tanda :
Tubuh  : Seperti Indian Runner, langsing, leher panjang kecil dan bulat. Secara keseluruhan seperti botol. Posisi tegak membentuk sudut 45 derajat.
BB       : Jantan mencapai 1,75 Kg dan Betina mencapai 1,6 Kg
Warna : Betina banyak warna kuning keabu-abuan dengan totol coklat, ujung sayap, ekor, dada dan leher serta kepala agak hitam. Pada jantan warna bulu abu-abu kehitaman dengan garis leher putih didepan dada. Pada ekor terdapat bulu yang mencuat (Sex feather).
Paruh  : Jantan dan betina warna kuning – jingga dengan totol warna gelap.
Telur    : Bertelur mulai umur kurang lebih 5,5 – 6 bulan, produksi 200 – 220 butir / tahun. Warna Kulit telur hijau muda.
 Itik Tegal (Anas javanica)
Itik ini berasal dari daerah Tegal, pesisir pantai utara Jawa Tengah. Secara umum karakteristiknya seperti itik Indian Runner. Dengan tanda-tanda sbb.
Tubuh  : Seperti Indian Runner, langsing, leher panjang kecil dan bulat. Secara keseluruhan seperti botol. Posisi tegak membentuk sudut 45 derajat.
BB       : Jantan mencapai 1,5 Kg dan Betina mencapai 1,4 Kg
Paruh  : Jantan dan betina warna jingga dengan totol warna gelap.
Telur    : Bertelur mulai umur kurang lebih 5,5 – 6 bulan, produksi 200 – 240 butir / tahun. Warna Kulit telur hijau muda.
Warna : Warna bulu ada bermacam-macam. Sesuai dengan nama setempat, maka dikenal nama lemahan, branjangan, jarakan, blorong, putihan, jalen dan jambul.
Lemahan : Warna seperti tanah, coklat muda sampai abu-abu, kadang-kadang coklat dengan batasan tidak jelas.
Branjangan : Warna kecoklatan atau totol coklat dengan batas yang jelas.
Jarakan : Warna bulu belang, totol hitam atau coklat jelas.
Blorong : warna bulu coklat tua atau coklat hitam atau coklat jelas.
Putihan : Warna bulu putih bersih, dengan paruh dan kaki kuning-jingga.
Jalen : Warna bulu putih bersih dengan warna kaki dan paruh hitam kehijauan.
Jambul : Warna bulu seperti branjangan namun pada kepala terdapat bulu yang mebentuk jambul.
Dari beberapa variasi warna tersebut, maka warna-warna yang banyak ditemui adalah warna Branjangan
Itik Mojosari (Anas spc)
Itik ini banyak ditemui di Mojosari Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Secara umum memiliki ciri-ciri seperti pada Indian Runner. Namun tanda-tanda secara khusus dapat dijelaskan sbb.
Tubuh  : Seperti Indian Runner, langsing, tinggi, leher panjang kecil dan bulat. Secara keseluruhan seperti botol. Posisi tegak membentuk sudut 45 derajat.
BB       : BB mencapai 1,4 – 1,5 Kg
Paruh  : Jantan dan betina warna jingga dengan totol warna gelap.
Telur    : Bertelur mulai umur kurang lebih 5,5 – 6 bulan, produksi 200 – 250 butir / tahun. Warna Kulit telur kehijauan.
Warna : Warna bulu coklat merah dihiasi dengan warna hitam. Warna jantan umumnya lebih gelap dari betina.
Itik Bali (Anas spc)
Itik Bali belum jelas asal-usulnya dan diperkirakan semula berasal dari Pulau Lombok hingga sering disebut juga Itik Lombok. Keadaan tubuh mirip dengan itik tegal hanya pada leher tampak lebih pendek. Warna bulu sangat bervariasi, ada yang berwarna putih bersih, coklat merah dengan campuran hitam dengan bintik-bintik putih dan ada pula yang berjambul. Khusus untuk itik bali warna kulit telur putih dan BB dapat mencapai 1,5 Kg.
Pemeliharaan
Pada ternak itik terdapat fase-fase pemeliharaan, yaitu :
1.Tipe Petelur
  • Starter (fase 1)         :  Umur  0 -  3   Minggu
  • Grower I (fase 2)     :  Umur  3 – 10 Minggu
  • Grower II                  :  Umur 10 – 20 Minggu
  • Layer (fase Produksi)          :  Umur > 20 Minggu.
2.Tipe Pedaging
  • Starter (fase 1)                        :  Umur  0 -  2  Minggu
  • Grower I (fase 2)        :  Umur  2 – 4  Minggu
  • Finisher (fase Akhir)   :  Umur  5 – 7  Minggu.
Pemeliharaan itik pedaging umumnya hanya sampai 7-8 minggu.
Di Indonesia dikenal sistem pemeliharaan itik sbb.
  1. Sistem Tradisional : pemeliharaan berdasarkan turun temurun yang biasa dilaksanakan disuatu daerah tertentu yang biasanya dilakukan dengan penggembalaan ternak.
  2.  Sistem Semi Intensif : Disamping itik digembalakan, maka juga dikandangkan. Dengan demikian pakan selain diperoleh dari penggembalaan juga diberikan pakan pada saat di kandang.
  3. Sistem Intensif : Itik dikandangkan secara terus menerus.
 Kandang
Pada pemeliharaan itik, kandang ditentukan oleh sistem pemeliharaan yang dipakai. Pada sistem tradisional kandang tidak diutamakan, bahkan kandang permanen tidak tersedia. Untuk menampung itik-itik yang telah selesai digembalakan, maka cukup dengan cara membatasi bambu yang dapat digulung dan dipasang kembali ditempat lain tergantung lokasi penggembalaan. Pada pemeliharaan dengan Lanting, kandang berada diatas kapal kecil/perahu merupakan sistem tradisional yang banyak terdapat di Hulu sungai utara Kalimantan selatan untuk itik alabio.
Pada sistem Semi Intensif, kandang permanen yang dibuat hanya digunakan untuk berteduh pada saat tidak digembalakan. Pada pemeliharaan secara Intensif terdapat  3 sistem, yaitu :
1).   Sistem Litter, pada dasar kandang terdapat litter (sekam, jerami, serbuk gergaji dll).
2).   Sistem Sangkar / kurungan, dengan dasar dari kawat (wire floor).
3).   Sistem Umbaran, dimana selain kandang juga ada tempat umbaran/halaman.
              Pada pemeliharaan itik baik pedaging atau petelur dapat dilakukan dengan Pola All In All Out (Sekali masuk dan sampai diafkir/panen/dikeluarkan) serta dengan Pola berpindah, yaitu pada periode awal (starter) dengan kandang sistem sangkar atau sistem litter, dan selanjutnya dengan sistem umbaran. Menurut Wiharto, 2004 bahwa untuk umur pemeliharaan 4 minggu ke atas sebaiknya dengan sistem litter. Adapun kebutuhan luas kandang harus didasarkan pada umur ternak, sbb.
  • Umur 0 – 4 minggu                       : Luas Lantai  4 m2/100 ekor.
  • Umur 4 – 8 minggu                       : Luas Lantai  9 m2/100 ekor
  • Umur 8 – 16 minggu         : Luas Lantai  12 m2/100 ekor
Penyediaan kolam sangat penting artinya khususnya pada itik yang dipelihara untuk tujuan penghasil telur tetas, dikarenakan untuk memperlancar proses perkawinan.
Perlengkapan Kandang
Tempat Pakan.
Tempat Pakan dibuat lebar agar mudah makan sesuai dengan tingkah laku diwaktu makan.
Tempat Minum.
Tempat minum harus selalu tersedia karena itik setiap makan selalu diselingi dengan minum.
Makanan
Bentuk makanan itik ada 3 macam yaitu mash (halus), crumble (kasar) dan pellet (cetakan). Pemberian makanan pada sistem pemeliharaan intensif bisa dilakukan secara kering (dry mash feeding) atau secara basah (wet mash feeding). Namun akhir-akhir telah banyak dilakukan pemberian makanan dalam bentuk pellet.  Kebutuhan Gizi protein untuk itik adalah fase starter  18%, Grower 16 % dan Layer 15-16 %. Itik merupakan ternak unggas yang konsumsi ransumnya cukup banyak yaitu 130 Gr (bulan pertama), 150 gr (bulan kedua / ketiga) dan selanjutnya rata-rata 155 – 170 gr (Data diambil dari jenis itik Tegal). Sedangkan pada itik yang digembalakan sulit untuk menentukan jumlah konsumsi pakan.
Bibit Itik
Bibit itik diperoleh dengan jalan menetaskan telur tetas (telur yang dibuahi dan fertil) hasil dari perkawinan secara alam atau IB. Bentuk pelaksanaan penetasan dapat dilakukan secara alami (dierami oleh ayam, entok atau angsa, dll) atau secara buatan (mesin tetas). Ada bentuk penetasan buatan tapi dilakukan secara tradisional yaitu dengan mengubur telur-telur itik pada gabah yang telah dipanaskan / dijemur (Bali).
Beberapa Istilah yang terkait dengan ternak Itik (Unggas)
  1. DOD (Day old Duck) = Itik yang berumur 1 hari.
  2. Duckling = Sebutan untuk Anak itik
  3. Duck = Sebutan untuk itik secara umum.
  4. Drake = Itik Jantan Dewasa
  5. Drakelet / drakeling = itik jantan muda.
  6. Anatipestifer Infection = Penyakit yang menyerang ternak itik, menyerupai Cholera. Penyebabnya adalah bakteri Pasteurella anapestifer. Penyakit ini disebut juga NDD (New Duck Disease).
  7. Gadwall = Itik liar (Anas strepera)
  8. Autosexing = Memisahkan anak unggas jantan dari yang betina dengan melihat sifat yang nampak dari luar misalnya warna bulunya.
  9. Bantam = Varietas yang kerdil dari Unggas (Kate).  Barred = Blirik.
  10. Dark meat = Daging pada kaki dan paha unggas
  11. Debeaking = potong paruh ayam untuk mencegah kanibalisme. Pada kalkun disebut  de-snooding.
  12. Decapitate = pemenggalan leher (memisahkan kepala dari badan).
  13. Deutectomy = penghilangan yolk sac (kantung kuning telur) dari anak ayam yang baru menetas
  14. Developer = Fase pemeliharaan ayam petelur yaitu mulai umur 12 minggu (3 bulan) sampai menjelang bertelur (pullet)
  15. Egg tooth = ujung paruh pada embrio unggas yang digunakan untuk memecah dinding telur pada saat menetas.
  16. Egg Yield = Jumlah telur yang dihasilkan oleh seekor ayam atau unggas lain
  17. Galliformes = Nama ordo unggas yang hidup terestial (di daratan) seperti ayam, kalkun, puyuh dll.
  18. Getaway = suatu model kandang unggas bertingkat yang memungkinkan unggas dapat berpindah dari lantai satu ke lantai yang lainnya.
  19. Gillygaloo = Burung atau bangsa kelas aves yang menurut mitos bentuk telurnya  kubus.
  20. Wet plucking = pencabutan bulu unggas yang telah disembelih dengan cara basah
  21. Nest = sarang pada unggas.
  22. Non Ruminant = Hewan yang tidak memiliki rument yang fungsional = monogastric (perut tunggal) misal kuda babi ayam anjing dan kuda.
  23. Perch = Tempat bertengger unggas dalam kandang
  24. Preen gland = kelenjar minyak yang terletak didekat ekor pada berbagai jenis unggas dan burung yang berfungsi untuk meminyaki bulu sehingga kedap air.
  25. Amino acid = Asam amino, suatu senyawa organic yang mengandung C, H, O dan N. Tiap asam amino mengandung satu atau lebih gugus amine (NH2) dan sedikitnya satu gugus karboksil (COOH). Disamping itu ada pula asam amino yang mengandung Sulphur misalnya Cystine dn Methionine. Didalam pola tertentu, asam-asam amino membentuk suatu molekul protein. Dalam bentuk asama amino inilah protein asal makanan diserap ke dalam aliran darah. Terdapat 2 golongan asam amino, yaitu yang essensial (indispensable) dan yang non-essensial (dispensable). Terdapat 10 AA essensial yaitu : Lysine, Methionine, Tryptophan, Leucine, Isoleucine, Phenilalanine, Threonine, Histidine, Valine dan Arginine. Untuk bangsa burung (termasuk unggas) masih harus ditambah 2 AA lagi yang dianggap essensial, yaitu Glycine atau Serine (karena 2 AA ini konvertable) dan Proline sehingga jumlahnya menjadi 12. Diantara yang essensial itu, maka Lysine, Methyonine dan Trypthophan adalah 3 AA yang harus diperhatikan dalam menyusun ransom unggas dan babi, sebab pada umumnya jumlah atau tersedianya terbatas pada bahan makanan. Pada ternak ruminansia beberapa AA dapat dibentuk di dalam tubuh sehingga tidak mutlak harus tersedia di dalam ransumnya.
  26. Konsentrat = Bahan makanan ternak yang memiliki “digestibility” kecernaan tinggi karena kadar serat kasarnya yang rendah yaitu dibawah 20 % dengan TDN lebih dari 60 %. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah biji-bijian dan hasil ikutannya, serta produk asal hewan. Konsentrat protein dicampurkan dengan bahan lain sebelum disajikan.
  27. Corn (jagung) / Zea mays = Bahan yang sangat penting sebagai komponen penyusun ransom ternak. Lebih disukai jagung kuning (yellow corn) karena banyak mengandung “Carotene”. Jagung mengandung PK 8,8 %, (11 Kadar air), Energi Metabolis 3400 kkal/Kg, Lysine dan Methione masing-masing sebesar 0,24 dan 0,20 %.
  28. Fleshing = penilaian perlekatan daging pada tulang. Misalnya pada ayam penilaian di didasarkan keadaan daging dada (breast), paha (thigh) dan kaki (drumstick).

Ternak Unggas Ayam

TERNAK UNGGAS
TERNAK AYAM (Gallus domesticus)

Dalam sistematika binatang (sistematika zoology) ternak ayam dapat disusun sbb.
Kingdom    : Animal  (Binatang)
Phylum      : Chordata (Binatang bertulang belakang)
Class         : Aves (Burung).
Order         : Galliformes (Burung dengan bulu pengait)
Family       : Phasianidae (Burung berparuh dan berjalan ditanah)
Genus       : Gallus (Ayam Hutan).
Species     : Gallus domesticus (Ayam hutan yang dijinakkan).
Kalau ditilik dari asal usul ayam-ayam yang ada sekarang diduga berasal dari ayam-ayam liar (Wild-fowl) atau ayam hutan dari Gallus species. Adapun  gallus species yang memungkinkan adanya ternak ayam sekarang ini ada 4, yaitu :
Gallus gallus
Dikenal dengan Gallus bankiva, gallus ferrugenius, Red Jungle Fowl.
Tempat hidup disekitar hutan india, Burma, Siam (Muangthai), Chocin China (Indo China), Filipina, Malaysia dan Sumatra Barat.
Ciri-ciri : Bulu Utama pada ekor 14 helai, Jengger satu, pial dua, Badan relatif kecil dibanding dengan ayam sekarang, Jantan Bulu pada bagian leher, sayap dan punggung berwarna merah, sedangkan bagian dada dan badan bawah berwarna hitam. Pada Betina bulu berwarna coklat bergaris hitam, Telur kecil berkulit merah kekuningan.
Gallus lafayetti
Dikenal dengan Ceylonese Jungle Fowl.
Tempat hidup disekitar Pulau Ceylon (Srilangka)
Ciri-ciri : Mirip Gallus gallus, hanya Bulu Jantan Bulu pada bagian leher, sayap dan punggung berwarna merah, sedangkan bagian dada dan badan bawah berwarna Oranye. Pada bagian tengah jengger warna kuning dikelilingi merah, Kulit telur berbintik-bintik.
Gallus sonneratti
Dikenal dengan Grey Jungle Fowl.
Tempat hidup disekitar hutan india bagian barat daya dari Bombay sampai Madras.
Ciri-ciri : Mirip Gallus gallus, hanya pada bulu ada aspek warna abu-abu. Kulit telur kadang-kadang berbintik-bintik.
Gallus varius
Dikenal dengan Green Jungle Fowl / Japan Jungle Fowl
Tempat hidup disekitar hutan Jawa Timur, Bali, Lombok,Nusa Tenggara sampai flores.
Ciri-ciri : Bulu Utama pada ekor 16 helai, Jengger satu licin, pial satu terletak antara rahang, Badan relatif kecil dibanding dengan ayam sekarang, Jantan Bulu pada bagian leher pendek dan bulat, berwarna hitam dilapisi warna kehijauan pada permukaan atas.
Menurut Teori asal usul terbentuknya bangsa-bangsa ayam sekarang dikenal 2 teori yaitu :
Teori Monopyletic
Dikemukakan oleh Charles Darwin (1868), dimana dikemukakan bahwa yang menurunkan bangsa-bangsa ayam sekarang adalah jenis (species) gallus gallus. Alasan :
  1. Gallus gallus mudah dikawinkan secara bebas dengan bangsa ayam yang ada sekarang, sedangkan ketiga jenis yang lain sulit dilakukan.
  2. Filia Pertama (F-1) antara Gallus gallus dengan bangsa ayam yang ada sekarang biasanya bersifat subur, sedangkan ketiga jenis yang lain bersifat mandul.
  3. Pada ayam-ayam seperti Brown Leghorn dan Black Breasted, Red Games dalam beberapa hal terutama warna bulu mirip dengan gallus gallus.
  4. Dari beberapa percobaan perkawinan pada ayam-ayam jinak sewaktu-waktu terdapat keturunan seperti Gallus gallus (Reversion)
Teori Polypyletic
Teori ini mengemukakan adanya 2 kemingkinan mengenai terbentuknya bangsa-bangsa ayam sekarang.
Pertama : Kemungkinan dibentuk oleh lebih dari satu jenis yang ada dan
Kedua    : Kemungkinan dibentuk oleh jenis yang ada sekarang dengan jenis lain.
Alasan : – Bangsa – bangsa yang terbentuk di kelas Mediteranean mungkin diturunkan oleh sekurang-kurangnya 2 jenis dari 4 jenis yang ada, sedang bangsa yang ada di kelas Asia kemungkinan diturunkan dari nenek moyang jenis ayam yang telah punah.
Bangsa dan Kelas Ayam
Bangsa ayam adalah suatu kelompok ayam yang memiliki persamaan dalam bentuk morphologis, sifat physiologis dan bentuk anatomis yang karakteristik untuk tiap-tiap bangsa dan sifat-sifat persamaan ini dapat diturunkan pada generasi berikutnya.
Kelas ayam adalah sekumpulan atau sekelompok bangsa ayam yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula didaerah tertentu yang karakteristik tiap-tiap bangsa dan sifat-sifatnya dapat diturunkan pada generasi berikutnya. Sifat-sifat khas yang terdapat dalam bangsa ayam dan kelas ayam telah disahkan oleh The Standart American of Perfection. Ada 4 kelas yang memiliki arti ekonomi yaitu :
1.    Kelas Amerika (American Class)
Bangsa bangsa ayam kelas Amerika biasanya berbadan besar dengan sifat-sifat umum seperti : warna kulit kuning, Cakar (Shank) tidak berbulu, daun telinga berwarna merah, Umumnya warna kulit telur coklat (kecuali Lamonas berwarna putih kulit telurnya)
Contoh Bangsa-bangsa Kelas Amerika :
Plymouth Rock
Badan agak besar panjang dan tipe dwiguna, Jengger tunggal bergerigi dan pial 2 helai, warna jengger, pial dan muka merah, Paruh putih kehitaman dan kaki keputihan, kulit telur putih kotor, telur umumnya kecil serta sulit menetas.
Terdapat beberapa varietas : – Barret Plymouth Rock, White Plymouth Rock, Colombian Plymouth Rock, Blue Plymouth Rock, Silver penciled Plymouth Rock dan Partridge Plymouth Rock,
Rhode Island
Tubuh hampir sama dengan Plymouth Rock, terdapat beberapa varietas antara lain Rhode Island Red dan Rhode Island White.
Wyandottes
Tubuh bulat dan cepat tumbuh bulu, punggung pendek dan melekuk agak dalam, terdapat beberapa vaietas seperti : White Wyandottes, Buff Wyandottes, Black Wyandottes, Colombian Wyandottes, Partridge Wyandottes, Silver Penciled Wyandottes, Silver Laced Wyandottes (sangat menarik)
New Hampshire
Jengger tunggal seperti Rhode Island, pada jantan warna brillian deep chest nut, pada betina warna medium chest nut.
Lamonas, Yersey White Giants, Yavas, Chantecler dan lain-lain
2.    Kelas Mediteranean (Mediteranean Class)
Bangsa dari Kelas Mediteranean umumnya memiliki  badan yang relatif kecil, umumnya kulit berwarna putih (kecuali leghorn dan anconas berkulit kuning), daun telinga warna putih/perak, cakar tidak berbulu, jengger dan pial relatif besar (jantan/betina), temperamen nervous, jarang mengeram serta umumnya petelur yang baik.
Contoh Bangsa-bangsa dari Kelas Mediteranean :
Leghorn
Paruh, kulit, cakar dan jari berwarna kuning, terdapat varietas jengger tunggal (single comb) dan jengger Rose (Rose Comb), terdapat varietas warna : Buff, Black, Red, White, Silvers, colombian, Black Tailed Red, White Dark Brown, Light.
Red Leghorn
Anconas
Menyerupai Leghorn dan mempunyai bulu hitam dan beberapa bulu bercak-bercak putih.
Minorca
Berbulu panjang, berjengger lebar dan pial lebar, Merupakan terbesar dikelas Mediteranean, terdapat varietas : Black, White, Jengger tunggal dan Rose.
Blue Andalusian
Seperti Plymouth Rock, tidak baik untuk petelur, Warna bulu Hitam:biru:putih dengan perbandingan 1:2:1.
White faces black spanish
Buttercup dan lain-lain.
3.    Kelas Inggris (English class)
Mempunyai sifat-sifat umum : warna kulit umumnya putih (kecuali Cornish berwarna kuning), daun telinga merah, cakar tidak berbulu, kulit telur coklat (kecuali Dorking & Redcap berwarna putih).
Contoh Bangsa-bangsa dari kelas Inggris :
Orpington
Tubuh besar panjang dalam dan bulat, bulu penuh pada dada dan punggung, terdapat varietas : Buff, Blue, Black, White.
Dorking
Tubuh panjang dalam lebar dan agak rendah, terdapat varietas : White, colored, silver-grey.
Australops
Berasal dari Black Orpington, bulu hitam, paruh dan shank kehitaman-kuning, muka jengger pial merah cerah.
Sussex
Tubuh panjang lebar dalam dan bahu lebar dari depan kebagian belakang. Terdapat varietas : light, red, spekled.
Redcap
Besar badan sedang dan jengger rose.
Cornish
Tipe pedaging dengan bulu kompak, breas (daerah dada) sangat dalam dan lebar, terdapat varietas : dark, white, white laced red.
4.    Kelas Asia (Asiatic class)
Bangsa-bangsa dari kelas asia memiliki tubuh yang besar dengan ditutupi bulu yang tebal sampai kekaki (shank).
  1. Brahma. Terdapat beberapa varietas : Buff dan Light.
  2. Cochin. Terdapat varietas : Buff, Black, White dan Partidge.
  3. Langshan. Terdapat varietas : Black dan White.
 Strain.
Strain adalah merek dagang atau hasil seleksi dalam breeding untuk tujuan tertentu. Tujuannya pada umumnya cenderung untuk komersial atau nilai ekonomi tinggi (high producers).
Pada peredaran sekarang telah jarang ditemui bangsa-bangsa ayam seperti leghorn, australops, rhode island red dan sebagainya. Yang umum dipelihara atau diternakkan adalah strain-strain ayam yang merupakan bibit unggul hasil breeding farm baik pada ayam ras maupun ayam negeri dalam bentuk Final Stock (FS).
Contoh beberapa Strain Ayam yang pernah beredar di Indonesia :
  1. Kimber chick asal Kimber farm di Fremont California USA. Jenis Kimber Chick K 137 Petelur putih (FS), Kimber K 163 (Putih kotor Final Stock), Kimbrown (Coklat merah FS Betina, Putih kotor FS Jantan), Kimcross K 44 ayam pedaging (broiler) putih.
  2. Babcock Asal USA. Babcock B 300 dan B 300 F petelur putih (FS). Babcock B 380, coklat merah (FS betina), putih kotor (FS Jantan).
  3. Hy-line. Hy-line W 36 petelur putih (FS), Hy-line 717, coklat merah (FS), Hy-line brown, coklat (FS Betina), putih coklat (FS Jantan).
  4. Super Harco Hitam merah (FS betina) Lurik (FS Jantan).
  5. Jagerveld chick asal negeri Belanda. Jagersveld white leghorn (putih), Rosella coklat merah (FS Betina), putih coklat (FS Jantan), Jagersveld Broiler putih kotor.
  6. Dekalb. Asal massasuhhet USA. Dekalb warren sex link, coklat merah (FS Betina), putih coklat (FS Jantan).Dekalb amber link putih coklat (FS Betina), Dekalb XL Link putih (FS).
  7. Indian River ayam pedaging (broiler) putih.
  8. Cobb. Asal Massasushet USA. Cobb 100 pedaging putih kotor.
  9. Hubbard. Hubbard Leghorn putih (FS), Hubbard golden comet, coklat merah (FS Betina), Hubbard broiler putih kotor.
  10. Lohman, Multibreeder, Bromo, CP (charoend phokphand).,Platinum. dan masih banyak lagi yang belum tertulis.
Klasifikasi Ayam
Pada ayam dikenal adanya 2 cara dalam klasifikasi yaitu :
Klasifikasi Standart
Klasifikasi yang didasarkan pada tempat / kedudukan ayam. Istilah yang lazim dipakai adalah pembagian berdasarkan Kelas, Bangsa, Varietas dan Strain.
Klasifikasi Ekonomi
Klasifikasi yang didasarkan penggunaan atau tujuan pemeliharaan ayam dan menurut sifat produksi utamanya. Istilah yang lazim dipakai adalah Tipe Ayam. Pada saat ini tipe ayam dapat digolongkan menjadi 4 macam yaitu :
Tipe Petelur (Egg type)
Tipe ini sangat efisien merubah pakan menjadi telur. Misal Leghorn, Hy-Line, Minorca, Babcock W 300, Platinum dll)
Tipe Pedaging (Meat type)
Tipe ini sangat efisien merubah pakan menjadi daging. Misal Brahma, cochin, Indian River, CP, MF, Hubbard dll)
Tipe Dwiguna / Dual Purpose
Tipe ini sangat efisien merubah pakan menjadi daging dan telur. Misal Plymouth rock, Rhode Island, Australops, Lohman dll.
Tipe  Kesenangan (Fancy type)
Ayam-ayam untuk kesenangan/perhiasan karena dipelihara bukan untuk penghasil telur atau daging. Misal. Bantam, Yokohama, Kapas, Kate, Cemani, Bekisar dll.
Kandang Ayam
Kandang adalah Bangunan yang dibuat untuk tempat ternak ayam berlindung dari pengaruh luar dan tempat tinggal dalam memberikan produksi, tumbuh dan berkembang biak dan aktivitas lainnya. Kandang bagi ayam Ras / Negeri/ Unggul memiliki arti yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan pemeliharaan yang optimal.
Sistem Kandang.
Ditinjau dari bangunan kandang dan cara pemeliharaan, maka dikenal 4 sistem kandang yaitu :
Sistem Alas (Litter system)
Suatu kandang yang lantai menempel pada tanah, dimana alas kandang diberi Litter seperti sekam padi, Jerami padi yang dicacah, Serbuk gergaji, Tongkol jagung yang dicacah, postal dll. Kandang ini biasanya untuk pemeliharaan Intensif.
Sistem Sangkar / Kurungan (Cage system)
Suatu kandang yang lantai tidak menempel pada tanah tetapi berbentuk sangkar atau kurungan. Modifikasi dari jenis ini adalah Kandang Battery. Kandang ini digunakan untuk pemeliharaan intensif bahkan kandang sering dibuat bertingkat.
Sistem Umbaran (Raenge system)
Suatu kandang yang memiliki tempat halaman / umbaran. Pemeliharaan sistem ini biasanya semi intensif, dimana kadang-kadang dikandangkan dan kadang-kadang diumbar.
Sistem Kombinasi (Combination System)
Suatu kandang hasil penggabungan dari sistem kandang yang ada. Bisa dari 2 atau 3 sistem, bahkan bisa memformulasikan ke dalam bentuk modifikasi. Prinsip dasar penggunaan sistem kombinasi adalah untuk mengurangi kelemahan-kelemahan dari sistem yang lain.
Membangun Kandang
Untuk membangun sebuah kandang harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Mengetahui syaratnya yaitu Lokasi, Sistem serta Bentuk dan Konstruksinya.
  2. Mengetahui bentuk dan konstruksi bagian bawah, tengah dan atas.
  3. Bagian Bawah bisa litter, batery, panggung. Bagian tengah : Ventilasi, cahaya, angin. Sedangkan bagian atas adalah atap.
  4. Tipe Atap ada beberapa macam yaitu Monitor, semi monitor, gable, shade, zig-zaq dll.
  5. Kelembaban 50 – 60 %  suhu ideal dalam kandang 21-26 oC serta cahaya 14 – 17 jam/hari.
  6. Tidak perlu secara mutlak memperhatikan arah kandang dengan arah datangnya sinar matahari, akan tetapi jangan menentang datangnya angin. Ventilasi dibuat sebanyak mungkin.
  7. Kepadatan kandang disesuaikan dengan umur ternak ayam dimana secara prinsip ayam bisa bergerak bebas tetapi tidak terlalu leluasa untuk berlari. Kepadatan kandang disesuaikan dengan karakteristik dan tipe ayam. Patokan awal 40 ekor/m2 dan akhir 5 – 7 ekorm2 baik untuk pedaging maupun petelur.
  8.  Perlengkapan kandang harus terpenuhi untuk kegiatan manejemen pemeliharaan ayam seperti Brooder, Drinking through, Feeding through, dropping pit (kotoran), alat tangkap, alat suntuk dll.
Makanan
Ternak ayam tergolong Non Ruminansia, dimana lambungnya adalah lambung tunggal dengan alat pencernaan pendek/sederhana sehingga makanan harus sedikit serat kasar. Fungsi makanan adalah : Maintenance (Hidup Pokok), Produksi dan Reproduksi.
Bentuk Ransum
Ransum adalah sejumlah makanan yang siap diberikan kepada ayam untuk kebutuhan 24 jam. Ransum tersusun dari Bahan-bahan pakan. Ransum bisa berbentuk halus, kasar dan modifikasi dari 2 bentuk menjadi bentuk pellet dan crumble.
Jenis Makanan.
Jenis makanan pada dasarnya merupakan bahan-bahan penyusun ransum dan ransum jadi. Jenisnya antara lain Konsentrat (30 – 40 % Protein), Makanan fase Starter (20-22% Protein), Grower (18-20% Protein) , Layer/Finisher (16-18 % Protein).
Syarat Menyusun Ransum
  1. Memenuhi semua zat makanan yang dibutuhkan.
  2. Mengandung protein sesuai dengan umur.
  3. Kandungan lemak < 8 %, SK < 6 %, Metabolesme energi 2800 Kg Cal/Kg pakan).
  4. Mengandung mineral dan vitamin yang cukup.
Kesimpulan
Ada Segitiga sama sisi dengan komponen Bibit (Breeding), Pakan (Feeding) dan Manajemen yang memiliki kontribusi dalam usaha peternakan ayam. Manajemen terbagi menjadi Manajemen Rutinitas, Manajemen Non Rutin (Manajemen kandang dan penyakit) serta manajemen pasca panen.
Beberapa Istilah yang terkait dengan ternak ayam :
  1. DOC (Day Old Chick), anak ayam umur 1 hari.
  2. Chick = Anak ayam umur 7- 30 hari.
  3. Pullet = Ayam Petelur Umur 1 – 5/6 Bulan.
  4. Yearling = Ayam petelur umur kurang dari 1 tahun.
  5. Laying Hen = Ayam Petelur umur lebih dari 1 tahun.
  6. Cockerel = Ayam pejantan dewasa kelamin sampai umur 1 tahun.
  7. Cock = Ayam Pejantan umur lebih dari 1 tahun.
  8. Henny = Ayam jantan yang bulunya menyerupai ayam betina.
  9. Hen specs = Kacamata untuk ayam.
  10. Hatchery = Usaha khusus untuk penetasan.
  11. Hatcher = Mesin Tetas.
  12. Rearing = Kegiatan Pembesaran ayam jantan atau betina.
  13. Broiler = Ayam yang dibudidayakan untuk produksi daging umur sampai 8 minggu.
  14. Roaster = Ayam pedaging yang dipelihara lebih dari 2 bulan.
  15. Capon = Ayam jantan yang testesnya diambil.
  16. Barred = Warna bulu blirik.
  17. Brailling = Suatu teknik untuk mencegah ayam tidak terbang.
  18. Brooding = Memberi pemanasan atau mengerami.
  19. Broody/broodines = sifat mengerami telur.
  20. Cage = sangkar/kandang baterei, sedangkan cake = Bungkil.
  21. Cage layer fatigue = kelumpuhan akibat kurang gerakdalam sangkar/kandang baterei.
  22. Debeaking = Kegiatan potong paruh untuk mengurangi kanibalisme.
  23. Dewattling  = Pemotongan pial (wattle) pada unggas muda.
  24. Dubbing = Pemotongan jengger (comb) agar tidak mengganggu waktu makan.
  25. Giblet = Viscera unggas yang masih dapat dimakan (hati, Jantung dan Gizzard).
Umpan Balik
  1. Bagaimana caranya untuk mengetahui asal usul ayam.
  2. Kalau anda melihat ayam, maka apa yang akan anda amati dan bagaimana membuat kesimpulan hasil pengamatan anda.
  3. Mengapa strain ayam yang dipelihara oleh peternak dan dihasilkan oleh pabrik selalu silih berganti. Bagaimana pula bila selalu tetap strainnya.
  4. Apa yang saudara ketahui sistem pemeliharaan All in All Out.
  5. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan kandang ideal bagi ternak ayam.
  6. Mengapa telur ayam kampung lebih enak dibandingkan dengan telur ayam ras.
  7. Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari 4 sistem kandang ayam.
  8. Apakah persamaan dan perbedaan antara ransum dengan pakan.
  9. Apakah yang saudara ketahui dengan Ransum, Ransum seimbang, Ransum sempurna.
  10. Mengapa pemeliharaan awal ayam masih dibutuhkan pemanas (brooder) serta bagaimana akibat kalau pemanasannya kurang atau lebih.

Kamis, 12 Desember 2013

Jenis-Jenis Kandang Untuk Kambing

Jenis Jenis Kandang Untuk Kambing

Berdasarkan jumlah kambing yang diternakan, kandang dibagi dua jenis. yaitu kandang individu dan kandang koloni. kandang individu biasa digunakan untuk induk kambing yang sedang bunting, laktasi atau pejantan. Sementara itu, kandang koloni biasa digunakan untuk pembesaran.
Sedangkan dari jenis konstruksi, kandang kambing dibedakan menjadi kandang lemprak dan kandang panggung. Berikut penjelasan kedua tipe kandang tersebut.
1. Kandang Lemprak
Kandang lemprak dicirikan dengan lantai yang menggunakan tanah sebagai alas. Lantai sebaiknya dibuat dari semen dengan corak kasar agar lantai tidak licin dan mudah dibersihkan. Lantai juga dibuat sedikit miring ke satu arah untuk mencegah adanya genangan air setelah kandang dibersihkan.
2. Kandang Panggung
Kandang panggung dicirikan dengan adanya tiang penyangga, sehingga lantai berada di atas tanah, dan berjarak 0,5 – 1 M dari atas permukaan tanah. Lantai kandang panggung biasanya dibuat dari papan atau potongan bambu dan memiliki tiang penyangga. Konstruksi kandang panggung lebih disukai dan lebih disarankan untuk digunakan dibandingkan dengan kandang lemprak, walaupun biaya pembuatannya lebih mahal.



Untuk menghindari kaki kambing terperosok, diusahakan lubang antar papan atau potongan bambu tidak lebih besar daripada kaki kambing. Lubang tersebut juga berfungsi untuk mengeluarkan kotoran sehingga kandang senantiasa dalam keadaan bersih.

Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, kambing, dan Sapi Potong

beternak kambing


Berikut adalah data yang saya peroleh yang mungkin bisa membantu anda yang ingin menjalankan usaha Beternak Kambing:
  • Untuk Beternak kambing, gunakanlah bibit kambing yang baik seperti:
    Bibit betina:
    - Umur 8 – 12 bulan
    - Sehat, tidak cacat
    - Mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pakan yang tersedia
    - Jika memungkinkan berasal dari keturunan kembar dan mampu beranak 2-3 ekor dalam setiap kelahiran
    - Mampu melahirkan 3 kali dalam 2 tahun atau 7 bulan sekali
    Bibit jantan:
    - Umur 8 – 12 bulan
    - Sehat, tidak cacat
    - Kaki kuat dan tidak bengkok
    - Bentuk badan panjang dan punggung rata
    - Dadanya lebar dan dalam
    - Otot tubuh kuat dan padat
  • Untuk dapat menghasilkan kambing yang berkualitas, berilah Pakan yang baik seperti yang kami jelaskan di bawah:
Pakan kambing terdiri dari 2 jenis yakni hijauan sebagai pakan utama dan penguat (konsentrat) sebagai pakan tambahan. Kebutuhan pakan hijauan sebanyak 5 – 8 kg per ekor per hari diberikan 2 kali sehari, sedangkan konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari
diberikan 1 – 2 jam sebelum hijauan diberikan.
Jenis hijauan :
a. Rumput-rumputan : Rumput Gajah, Rumput raja, Rumput Benggala, Rumput Setaria dll
b. Kacang-kacangan : Gamal, Kaliandra, turi, sentrosema, stylosantes, lamtoro, siratro, daun
kacang tanah, kedelai dll
c. Daun-daunan : Daun nangka, mangkokan, alpokat dll
d. Limbah pertanian : Limbah sayur-sayuran, daun singkong, daun ubi jalar, daun pisang dll
Air minum diberikan secara ad libitum (pemberian tidak dibatasi). Garam dapur atau mollases blok sebaiknya disediakan dikandang.
Hindari pemberian hijauan yang masih muda, jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan selama minimal 12 jam untuk menghindari terjadinya bloat (kembung) pada kambing.
Jenis Penguat :
-. Limbah pertanian dan agroindustri : dedak, bekatul, bungkil kelapa, ampas tahu, kulit
kakao dll.
3. Buatkan kandang yang memenuhi syarat
Syarat kandang yang baik antara lain :
- Terpisah minimal berjarak 5 – 7 meter dari rumah ‘bangunan tempat tinggal
- Model panggung
- Aliran udara/sirkulasi udara baik
- Kering dan tidak lembab
- Mudah dalam penanganan kotoran dan urine
Ukuran kandang :
- Kambing jantan dewasa : 1,2 x 1,5 m2 per ekor
- Kambing betina dewasa : 1,2 x 1,2 m2 per ekor
- Kambing dara : 1 x 1,2 m2 per ekor
- Anak : 1 x 1,2 m2 per ekor
4. Jaga Kesehatan Kambing dengan baik
Prinsip mencegah lebih baik dibandingkan mengobati harus menjadi pegangan peternak.
Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kambing antara lain : cacingan, kudis
(scabies), orf, sakit mata, kembung (bloat) dan timpani.
Upaya pencegahan :
1. Bersihkan kandang dan lingkungan secara rutin. Untuk membersihkan kandang dapat
dilakukan setiap hari agar kandang dan ternak tidak kotor dan bau.
2. Tangani secara benar kotoran dan urine kambing yang ada, hindarkan tersebar kemana
mana dan basah.
3. Lakukan pengobatan cacing secara teratur tiap 3 -4 bulan sekali.
4. Lakukan vaksinasi orf
5. Lakukan pemberian pakan hijauan secara benar, hindari resiko terjadinya kembung
(bloat).
6. Pisahkan kambing yang sakit dengan yang sehat agar tidak menular.
Upaya pengobatan :
1. Berikan obat sesuai petunjuk petugas kesehatan ternak.
2. Berikan perhatian khusus agar ternak cepat pulih
5. Tangani dan Kelola Reproduksi Ternak dengan Benar
Beberapa aspek reproduksi yang harus diperhatikan antara lain dewasa kelamin, masa
berahi, saat mengawinkan, kebuntingan dan penanganan kelahiran.
Dewasa kelamin adalah keadaan dimana ternak siap melaksanakan proses reproduksi.
Kambing mencapai umur dwsa kelamin pada umur 6 – 8 bulan.
Ciri-ciri berahi :
- Ternak gelisah, mencoba menaiki kawan-kawan yang lain
- Alat kelamin bengkah, kemerahan dan agak basah (3 A = Abuh, Abang dan Anget)
- Diam jika dinaiki
Berahi akan terulang lagi 19 – 21 hari kemudian apabila tidak dikawinkan atau gagal bunting.
Mengawinkan ternak :
Saat yang baik untuk mengawinkan kambing adalah 12 – 18 jam setelah tanda-tanda berahi
muncul/tampak. Untuk menghindari kegagalan perkawinan, campurkan betina berahi dgn
pejantan dalam satu kandang.
Hindarkan terjadinya perkawinan sedarah/ ada garis keturunan yang sama antara kambing
jantan dengan betina atau yang masih dekat hubungan kekerabatannya (anak dengan bapak,
anak dengan induk, antar saudara kandung).
Kehamilan pada kambing:
Tanda-tanda kebuntingan antara lain :
- Tidak terlihat tanda-tanda berahi pada siklus berahi berikutnya
- Perut sebelah kanan tampak membesar
- Ambing tampak menurun
- Ternak tampak tenang
Tangani ternak yang bunting secara benar dengan memisahkan dikandang tersendiri agar
tidak diganggu oleh ternak lainnya. Berikan pakan yang baik 2 bulan sebelum melahirkan
hingga 3 bulan setelah melahirkan yang terdiri dari :
- Rumput
- Hijauan kacang-kacangan
- Makanan penguat (dedak dll)
Ternak Melahirkan :
Tanda-tanda induk akan melahirkan :
- pinggul mengendur
- Ambing tampak besar dan puting susu terisi penuh
- Alat kelamin (vulva) membengkak kemeraha-merahan dan lembab
- Gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang dan sering mengembik
- Nafsu makan menurun
Persiapan perawatan kelahiran :
- Bersihkan kandang
- Sediakan alas yang kering dan bersih untuk menyerap cairan yang keluar selama proses
kelahiran (jerami, karung goni)
- Sediakan jodium tinctur untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar
Proses Kelahiran :
- Kantong ketuban pecah
- Beberapa saat kemudian anak mulai keluar
- Setelah anak lahir potonglah tali pusarnya dan oleskan jodium tincture pada bekas
potongannya
- Biarkan induk menjilati anak yang baru lahir, jika induk tidak mau menjilati bersihkan
cairan yang menempel dengan menggunakan kan lap yang bersih dan kering
- Bersihkan lubang hidung dan mulut anak kambing yang baru lahir agar mudah bernafas.
Perawatan Anak Yang Baru Lahir :
- Setelah anak lahir maka akan segera menyusu pada induknya. Sebaiknya anak dibantu
untuk dapat segera menyusui induknya.
- Anak yang tidak segera menyusui dalam waktu 12 jam setelah lahir harus segera diberi
susu pengganti kolostrum.
Pembuatan Susu Kolostrum Buatan :
- Campurkan 0,25-0,5 liter susu sapi/susu bubuk dengan 1 sendok teh minyak ikan, 1 butir
telor ayam dan setengah sendok makan gula pasir. Berikan dengan cara dicekok 3 – 4 kali
sehari.